Aku menghembuskan napas dengan keras Agar yang terjebak di dalam dada bisa terbebas Bohong, Satu-satunya yang ingin bebas itu aku Aku telah lama merasa sesak akan kehadiranmu dalam dadaku Kau, yang tidak ingin pergi meski sudah ku maki setengah mati Sebenarnya, apa yang sedang kau nanti? Aku sudah mencoba untuk mengusirmu, sungguh! Tapi, kau dengan tidak tahu diri masih saja singgah di sini Bisakah kau segera berbalik arah? Agar aku tidak perlu bersusah payah untuk menahan amarah Tidak perlu kau jelaskan Aku tidak butuh alasan Aku hanya ingin kau hilang tanpa harus ku kenang Aku ingin merajut kisah baru dengan tenang, tanpa ada bayang-bayang. Aku sudah bosan bermain dengan rasa sesak yang kau cipta Tidak adakah cara untukmu agar kau segera merasa Bahwa kau adalah luka Wahai rasa yang selalu menghantui Tidak bisakah kau berhenti, dan segera pergi Tolong, berhenti Tolong, jangan menggangguku lagi Tolong, segera pergi Aku tahu, kau tidak abadi Rafika Eka ...